Selasa, April 07, 2009

Internet Memang Bukan Media Massa!

Perdebatan di kalangan masyarakat mengenai internet, apakah dapat dikatakan sebagai media massa atau tidak, memang terus bergulir. Setiap individu memandang hal tersebut secara pragmatis, semua kembali pada perspektif-nya masing-masing. Kontroversi memang wajar dalam memandang sebuah permasalahan. Namun, melihat asal-usul dan pengertiannya, penulis dapat mengatakan bahwa internet tidak bisa dikatakan sebagai media massa.

Media massa merupakan media atau saluran komunikasi massa. Media massa berperan sebagai penyalur arus informasi, yang dapat menjangkau masyarakat luas. Dari pernyataan itu, terdapat syarat utama sebuah media massa, yaitu harus memiliki beragam informasi yang dibuat oleh para wartawan/jurnalis (komunikator) untuk disalurkan kepada khalayak (komunikan) nya.



Sedangkan menurut Wikipedia, secara harfiah, internet (singkatan interconnected-networking) ialah rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian. Internet (huruf 'I' besar) ialah sistem komputer umum, yang terhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaidah ini dinamakan internetworking.

Masyarakat awam mungkin berpikir internet menyimpan banyak sekali data, ada operator-operator yang mengisi berita. Padahal, kata 'internet' itu bukanlah mengacu pada apa yang terdapat di dalamnya (content), tetapi lebih kepada bagaimana kita bisa mendapat data-data tersebut. Pengertian internet dapat dianalogikan dengan penggunaan sambungan telepon. Pada saat si ‘A’ melakukan panggilan terhadap si ‘B’, maka keduanya dapat saling berhubungan dan dapat mengirim-menerima data (berupa suara). Maka, satu komputer dapat menerima informasi dari jutaan komputer lainnya.

Internet itu tidak berisi apa-apa (non-content oriented). Website lah yang membuat internet dapat menyampaikan data. internet hanyalah alat transportasi, sedangkan website adalah sebagian dari bentuk tampilan yang menjadi tujuan kita. website berperan sebagai salah satu bentuk media yang disalurkan melalui jaringan internet. Maka, website dapat dikatakan media massa online.

Media online atau portal adalah salah satu jenis website yang berorientasi terhadap isi-nya (content oriented). Di dalamnya terdapat berita, artikel dan sebagainya yang harus selalu diperbaharui. Jika memungkinkan, setiap menit bahkan detik harus ada info baru yang dihadirkan.

Dalam media online ini, terdapat juga komunikator yang terlembagakan, Di media cetak terdapat jabatan-jabatan pemimpin redaksi, redaktur pelaksana, staf Redaktur, dan reporter. Pada media online, jabatan-jabatan itu pun nyaris sama, hanya istilahnya saja yang berbeda. Misalnya, ada jabatan content manager, content coordinator, content editor, dan seterusnya. Maka, sesuai jabatannya, ada editor (content editor) yang bertugas untuk mengedit naskah, menyeleksi naskah, dan sebagainya. Mereka juga punya reporter yang terjun langsung ke lapangan untuk mencari berita.

Bahan Rujukan:
Ardianto, Elvinaro Dkk. 2005. Komunikasi Massa Suatu Pengantar. Bandung: Simbiosa Rektama Media.
http://yuhendrablog.wordpress.com/2008/12/18/perbedaan-antara-media-massa-cetak-dengan-media-massa-online/
http://bikinitugas.blogspot.com/2008/11/internet-bukan-media-massa.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Internet
http://id.wikipedia.org/wiki/Media_massa

2 komentar:

  1. hmmph..klo kata gw sih..ga bisa dibilang media massa karena tidak melembaga..dan tidak terkontrol..kayanya klo di internet muncul sebuah berita dari website tertentu..misalnya dari detik ato okezone..itu masih bisa dibilang media massa..
    yahh..pendapat hanyalah pendapat mates!
    hehehe

    BalasHapus